Selain cairan, di jaringan
vagina juga hidup keman pelindung (flora doderleins). Pada keadaan normal,
jumlahnya cukup dominan dengan fungsi menjaga keseimbangan ekosistem vagina..
nah, pada beberapa kondisi hormonal, keseimbangan itu terganggu. “Misalnya,
saat stress, menjelang dan sesudah haid, kelelahan, Diabetes, saat terangsang,
hamil atau mengkonsumsi obat-obatan hormonal seperti pil KB. Gangguan hormonal
ini membuat cairan vagina yang keluar sedikit berlebih. Inilah yang disebut
keputihan (lekore atau flour albus). Tetapi keputihan akibat perubahan hormonal
biasanya masih dalam taraf normal karena tidak ada perubahan warna, bau dan
rasa gatal.
Keluarnya cairan juga terjadi pada waktu ovulasi atau pada saat wanita mencapai masa subur. Pada masa subur cairan yang keluar dari organ kewanitaan bersifat elastis, sehingga cara ini dipakai oleh pasangan yang akan merencanakan keturunan. Selain masa subur cairan yang keluar tidak se-elastis pada masa subur.
Tetapi bila keputihan tersebut bersifat berlendir seperti susu basi atau berbau seperti anyir atau terasa gatal-gatal pada organ kewanitaan atau adanya radang maka hal intu menandakan adanya ketidak normalan pada keputihan.
Pada kondisi penyakit Diabetes dan juga penyakit thyroid juga berakibat ketidak seimbangan hormon dan cenderung menyebabkan keputihan yang tidak normal. Keputihan yang tidak normal bisa berakibat terjangkitnya penyakit seperti: Bacterial Vaginosis, Candida Vaginitis, Trichomonas Vaginitis, Gonorea Chlamydia atau Herpes . Setiap penyakit yang ditimbulkan karena keputihan mempunyai sifat lendir dan bau tertentu. Jika keputihan yang terjadi tidak normal, dengan ciri-ciri yang telah saya uraikan diatas maka segera konsultasi dengan dokter anda agar mendapat penanganan yang optimal.
Demikian ulasan sedikit tentang keputiha pada wanita, kami tunggu kritik dan saran agar blog ini bisa bermanfaat banyak bagi semua.....